This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 24 Mei 2013

Sejarah Fans atau Pendukung Barcelona FC

Sebagai tim yang besar, FC Barcelona memiliki jumlah pendukung yang sangat besar, tidak hanya dari satu komunitas, tapi dari beberapa komunitas. Sebenarnya cukup banyak komunitas atau kelompok-kelompok pendukung Barcelona, tapi dari beberapa yang paling dikenal adalah "BOIXOS NOIS" dan
"ALMOGAVERS 1899".
Tapi kemudian banyak orang yang menyebut Fans FC Barcelona dengan sebutan Barcelonistas dan Cules. Di Indonesia sendiri kita mungki menenal ada FCBI dan INDOBARCA sebagai basis fans FC Barcelona terbesar.


"CULES"
Kata "Cules" sendiri berasal dari bahasa Catalonia yaitu "cul" yang berarti "punggung". Sebelum Stadion Camp Nou dibangun, Barca memang hanya memiliki stadion yang kecil dan sederhana. Stadion itu hanya dikelilingi tembok-tembok sederhana dan sering tak mampu menampung begitu banyaknya jumlah penonton yang hadir di stadion.

Oleh karena itu, sebagian penonton biasanya harus duduk berdesakan di tembok-tembok itu. Sehingga dari luar stadion yang tampak adalah punggung-punggung dari para penonton yang duduk berjajar di tembok-tembok itu. Lambat laun muncul sebutan bahwa para fans Barcelona adalah "cules".

Barca sendiri baru bisa mendirikan stadion yang lebih bagus pada 20 Mei 1922 dengan nama "Les Corts" yang mempunyai daya tampung 30.000 orang. Sejak saat itu, sudah tak terlihat lagi suporter yang duduk di tembok-tembok dan terlihat punggungnya dari luar. Namun sebutan "cules" tetap melekat pada suporter Barca sampai sekarang.

"BOIXOS NOIS"
Dalam Bahasa inggris berati "The Crasy Boys" atau dalam bahasa Indonesia "Anak-anak Gila" dalah
kelompok pendukung yang terorganisir di sekitar klub sepak bola FC Barcelona, yang berbasis di komunitas otonom Catalonia Spanyol. Dinamakan "Anak-anak gila" adalah karena kegilaan mereka dalam membela dan mendukung klub FC Barcelona. Didirikan pada tahun 1982 itu terdiri dari berhaluan kiri nasionalis Catalan,
Sampai gelombang skinhead bergabung pada pertengahan 1980-an melihat pergantian orientasi politik dari sosialistik separatisme fasis.

Sejak berdirinya, kelompok itu dibenci oleh sejumlah besar orang di stadion yang digunakan untuk melihat pertandingan dengan ketenangan mutlak. Tetapi anak-anak ini, mulai berteriak, membawa bendera dan melemparkan flare. Secara otomatis, bagian lain dari pemain stadion dan Barca mulai mencintai mereka karena kesetiaan mereka dan keinginan mereka mendorong Barca selama pertandingan. Kelompok ini ditandai dengan nasionalisme radikal catalan atau separatisme, mereka menginginkan Negara Catalan bebas keluar dari Spanyol.

Kebijakan mereka menentang nasionalisme radikal Spanyol, dari kecenderungan fasis, karena itu Boixos Nois dan beberapa kelompok anti-fasis dan separatis seperti Indar Gorri (Osasuna) atau Brigadas Amarillas (Cádiz) menjadi teman dekat. Di sisi lain, mereka menjadi musuh dari beberapa kelompok nasionalis fasis dan Spanyol seperti LFN (Zaragoza) atau Ultras Sur (R. Madrid).

Selama bertahun-tahun Boixos Nois berhubungan dekat dengan Barcelona dan kelompok inilah yang menjadi 'juru kampanye' Joan Laporta saat berkampanye untuk menduduki jabatan presiden Barcelona, namun sebagai imbalannya merekapun meminta beberapa fasilitas dari klub, antara lain tempat khusus di stadion Camp Nou (dan kemudian diberikan tempat di belakang gawang sebelah kiri dari podium utama), potongan harga tiket dan fasilitas transport bila Barcelona bertanding away. Hubungan Laporta dengan Boixos yang awalnya sangat erat perlahan memburuk, terutama sejak tahun 2006.

Puncak perseteruan Laporta dan kelompok ini akhirnya meledak setelah kejadian kerusuhan di kandang Espanyol pada tahun 2008, Laporta kemudian melarang kelompok ini masuk ke dalam Camp Nou, tetapi kelompok ini kemudian menyiasatinya dengan bergabung dengan kelompok suporter Barca lainnya yang lebih moderat yaitu ALMOGAVERS 1899, yang berlokasi di kanan podium utama, juga dibelakang gawang.

Mereka terkenal di Spanyol untuk perilaku kekerasan dan sering terjadi bentrokan dengan otoritas, dengan beberapa anggota dihukum karena ancaman kematian dan pembunuhan. Semboyan Boixos Nois yang paling terkenal adalah "Fidelitat Blaugrana sense limits", yang berarti "kesetiaan pada Barca diatas segalanya."

Minggu, 19 Mei 2013

Sejarah Akademi La Masia

Akademi sepakbola Barcelona atau banyak orang menyebutnya La Masia telah berdiri sejak tanggal 20 Oktober 1979, berawal dari ide Johan Cruyff yang ingin membuat salinan Akademi Ajax di Barcelona demi menciptakan sebuah tim yang dapat bermain dengan gaya total football ala Johan Cruyff, sebuah filsafat permainan yang sering dikaitkan sebagai komponen kunci dalam keberhasilan Barcelona meraih juara dan kemudian menjadi tempat serta daya tarik internasional sebagai gudangnya pesepakbola berbakat dari seluruh dunia serta pusat gravitasi dari permainan sepakbola modern yang menghibur. Akademi muda Barcelona ini menampung lebih dari 300 pemain muda, dan telah dipuji sejak tahun 2002 sebagai salah satu yang terbaik di dunia, dan menjadi faktor penting sukses Barcelona FC di Eropa serta timnas Spanyol di Piala Dunia serta Piala Eropa yang lalu.

La Masia adalah bagian penting dari Barcelona FC guna mencari dan menjaring talenta-talenta berbakat, menjadi rumah bagi mereka yang ingin mendapatkan pendidikan dan pelatihan agar suatu saat dapat menjadi bagian dari Barcelona.

La Masia, terletak di sebelah stadion, adalah rumah bagi skuad muda Barcelona. Bangunan yang simbolik ini, bagian dari warisan dan sejarah FC Barcelona, adalah bekas rumah pedesaan yang dibangun pada tahun 1702.

Pada mulanya, La Masia digunakan sebagai sebuah tempat untuk membentuk model, dan   studio kerja bagi para arsitek dan kontraktor bangunan, serta titik awal untuk kunjungan dari orang-orang yang terkait dengan konstruksi. Saat stadion Camp Nou diresmikan pada tanggal 24 September 1957, La Masia ditutup dan menunggu nasibnya. Pada masa kepresidenan Enric Llaudet, bangunan tersebut dirombak, dan pada saat yang sama diperluas, untuk menjadi markas besar Klub ini, yang membuat Via Laietana dipindahkan ke sebelah stadion. Markas besar yang baru diresmikan pada tanggal 26 September 1966.

Penambahan dan pembangunan berbagai area klub yang baru membuat La Masia tidak memiliki ruang yang cukup sebagai markas besar, yang kembali dipindahkan oleh dewan di bawah kepemimpinan Agustí Montal, ke sebelah gelanggang es. Jadi, La Masia kembali dapat digunakan untuk usaha baru. Dewan, di bawah pimpinan Josep Lluís Núñez, bergerak dengan sangat cepat. La Masia menjadi tempat tinggal para pemain muda yang berasal dari luar kota. Pekerjaan perombakan tersebut dilakukan dengan sangat cepat dan pada tanggal 20 Oktober 1979, tempat tersebut secara resmi dibuka untuk peruntukannya yang baru.

La Masia telah megeluarkan lebih dari 300 pemain muda, dan telah di akui sejak tahun 2002 sebagai salah satu yang terbaik di dunia, menjadi faktor signifikan dalam keberhasilan Eropa FC Barcelona serta keberhasilan tim nasional Spanyol di Piala Dunia FIFA 2010 .
 
Membantu anak-anak beradaptasi dan mengembangkan bakatnya merupakan tujuan utama didirikannya La Masia. Ketika Messi datang dalam usia 13 tahun pada tahun 2000, dia mengalami masalah dengan hormon tulang yang berarti bahwa ia memiliki ukuran tinggi badan yang tidak normal bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Berdasarkan kondisi tersebut, maka Akademi mendatangkan Para ahli untuk segera menindak lanjuti dan sekaligus mengawasi perkembangan Messi selama di La Masia. Pada akhirnya anak muda ini terus berkembang menjadi pemain hebat dan akan terus membuat sejarah bersama Barcelona.

La Masia kini telah berhasil menghasilkan para pemain sepabola genius. Sepakbola jenius dengan ijazah permainan tiki-taka, sebuah kata dari Spanyol yang berarti gaya yang menarik dari sepak bola, dengan menggunakan umpan pendek satu dua sambil melewati hadangan musuh. Sebanyak 16 pemain binaan asli mereka mampu tampil sebanyak 60,2 persen dari total menit yang dilalui Barcelona pada musim ini.

Mantan Pelatih tersukses Barcelona yaitu Pep Guardiola berkata "Anak-anak bergabung ke La Masia sejak berusia 13 tahun. La Masia sangat penting bagi Barcelona. Mereka mempunyai banyak anak didik dan memberikan pelajaran bermain sepakbola yang mendasar. Mengajari bermain sepakbola, menghormati rekan setim dan lawan. Bukan hanya sekolah sepakbola, namun juga sekolah untuk belajar hidup.Anda bermain karena menyukai dan menikmati itu."
 
Histeria La Masia
La Masia adalah cerita penantian panjang dan sebuah harapan dari sebuah klub yang ingin menghasil produk binaan sendiri. Dibawah komando Johan Cruyff, filosofi sepakbola Total Football coba di rangkum dalam satu kurikulum sepakbola dahsyat. Hingga lahir generasi pertama sukses La Masia yang berhasil mempersembahkan tropi Eropa tahun 1992, nama-nama Guillerrmo Amor, Albert Ferrer dan Josep Guardiola adalah tiga nama jaminan mutu produk La Masia edisi awal.

La Masia de Academy awalnya hanya rumah batu yang bercorak rumah pertanian khas abad 18 namun bertransformasi menjadi akademi modern dan sebuah candradimuka proses industri sepakbola modern. La Masia bukan yang pertama setidaknya ajax Academy milik Ajax Amsterdam lebih dahulu sukses dengan produk lokalnya. Kita tentu masih ingat bagaimana segerombolan anak muda yang polos berhasil mempecundangi sekelompok pemain kaliber kelas wahid yang juga tim favorti AC Milan di final Piala Champion Eropa 1995. Setahun kemudian anak polos yang mahir mengolah bola gaya Total Football hampir saja mengulang sukses juara dua kali sebelum di hentikan si Nyonya tua, Juventus. Sayangnya Ajax academy tidak mampu lagi melahirkan pemain kaliber kelas Seedorf, Kanu, Davids, Overmars, Kluivert dll.

Jika sampai saat ini La Masia, sebagai akademi pelatihan, telah, dan masih menjadi, sebuah rujukan dan model yang menjadi panutan banyak klub di seluruh dunia, pusat Oriol Tort yang baru, juga akan menjadi sebuah model dan rujukan, sebagai sebuah infrastruktur. Masia yang baru, Pusat Pelatihan Oriol Tort, terletak di Ciutat Esportiva Joan Gamper, akan menjadi sebuah bangunan yang modern dan fungsional,  dengan semua layanan yang diperlukan disesuaikan dengan realita di masyarakat. Tempat tersebut akan memiliki fasilitas yang bagus, didesain secara eksklusif untuk mengoptimalkan pendidikan olahragawan secara intelektual, pribadi, dan sosial.  Semua ini tanpa melupakan keinginan untuk mempertahankan kehangatan dan kedekatan dari para warganya, pendidik, dan staf yang bekerja di klub, sesuatu yang sangat sukses pada masa lalu.

Saat ini, lebih dari tiga puluh pemain muda yang tumbuh di La Masia telah membuat debut tim pertama mereka. Di antara mereka ini adalah Amor, Guardiola, Sergi, De la Peña, Puyol, Xavi, Reina, Víctor Valdés, Gabri dan Messi, serta sejumlah pemain penting lainnya yang telah bermain dalam Liga Spanyol untuk tim lain. Daftar dari bakat-bakat muda yang tinggal di La Masia tidak hanya terbatas pada para pemain dari Catalonia atau daerah lain di Spanyol, namun juga dari banyak negara yang lainnya.

Sabtu, 11 Mei 2013

Sejarah FC Barcelona

FC Barcelona atau juga dikenal sebagai Barça, adalah sebuah klub olahraga di Barcelona, Katalonia, Spanyol yang mempunyai klub-klub dalam beberapa cabang olahraga, diantaranya basketball, handball, hockey, atletik, ice-hockey, figure skating, indoor football, rugby, baseball, volleyball, dan divisi sepakbola wanita. Namun yang paling terkenal adalah sepakbola.

Logo Pertama FC Barcelona

Didirikan pada 1899 oleh 12 pemain sepak bola berasal dari Swiss, Inggris, dan Spanyol dibawah pimpinan Joan Gamper. Pada saat itu pengusaha berkebangsaan Swiss datang ke Spanyol untuk urusan bisnis dengan sejumlah orang setempat dan Inggris. Dia tidak lain adalah Joan Gamper yang kemudian menjadi pendiri FC Barcelona. Mereka ternyata sama-sama menyukai sepakbola. Akhirnya di kantor Sole Gym pada 29 November 1899 Gamper bertemu Gualteri Wild, Lluis d’Osso, Bartomeu Terrados, Otto Kunzle, Otto Maier, Enric Ducal, Pere Cabot, Carles Pujol, Josep Llobet, John Parsons, dan William Parsons. Duabelas orang tersebut berkumpul dengan maksud mendirikan klub sepakbola dan berdirilah Football Club Barcelona yang juga disebut Barca.

Joan Gamper dkk. Pendiri FC Barcelona

Gamper pun menjadi satu pemain Barcelona sampai tahun 1903. Walter Wild dari Inggris, diangkat sebagai presiden pertama klub hingga tahun 1901. Pertandingan pertama Barca digelar di Bonanova Cycle Track melawan grup ekspatriat asal Inggris yang tinggal di Barcelona. Pertandingan berakhir dengan kemenangan ekspatriat Inggris unggul 1-0.

Pertandingan Pertama FC Barcelona

FC Barcelona memiliki motto "Barca bukan hanya sekedar klub" atau dalam bahasa spanyol (El Barça, és més que un club). Barca menjadi symbol Barcelona, sebuah symbol yang merepresentasikan identitas Katalan sebagai bangsa. Begitulah, mengapa Barca dikatakan lebih dari sebuah klub. Barcelona merupakan cerminan sikap politik sayap kiri Spanyol, sikap kaum tertindas, sebuah bangsa (Katalonia) yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara.

Melalui Barcelona inilah orang Katalonia ingin menunjukkan kelebihan mereka dari penjajah Spanyol. Terutama jika klub ini berhadapan dengan Real Madrid, yang sejak tahun 1930-an jamannya Jendral Franco merupakan klub favorit pemerintah Spanyol. Samapi-sampai Barcelona mempunyai semboyan 'Boleh kalah dengan klub lain, asal tidak dengan Real Madrid'.

Manuel Vazquez Montalban, seorang penulis terkenal dari Spanyol menyebutkan, Barcelona sebagai senjata pamungkas bagi sebuah bangsa tanpa negara.
Karena misi yang dianggap suci oleh orang Katalonia itulah, Barcelona selalu menjaga kemurnian tujuan klub. Mereka tidak mau disamakan dengan klub lain, dan tidak mau tunduk dengan nilai-nilai komersial. Karena itulah Barcelona merupakan satu-satunya klub yang tidak mengijinkan kostumnya dipasangi iklan komersial setidaknya hingga tahun 2013, karena di tahun 2014 Barcelona bekerjasama dengan perusahaan pererbangan Qatar Airways. Tentu hal ini sangat dimaklumi mengingat saat ini sepakbola sudah menjadi sebuah bisnis. Pihak Barcelona menegaskan, Masih lebih baik bekerjasama dengan perusahaan penerbangan daripada dengan perusahaan perjudian seperti yang dilakukan Real Madrid dan Bwin.

Pada 7 September 2006, klub mengumumkan kesepakatan 5 tahun dengan UNICEF, sebuah lembaga nonprofit yang bergerak di bidang kesehatan ibu dan anak. Barcelona mengizinkan logo UNICEF untuk ditempatkan di jerseynya, dan tidak mendapatkan bayaran atas pemasangan logo tersebut. Sebaliknya Barcelona justru menyumbangkan 0,7% dari total pendapatan per tahun kepada UNICEF selama lima tahun kerjasamanya.
Mengawali musim 2011-12, Barcelona juga menjalin kerjasama dengan Qatar Foundation yang juga sebuah lembaga nonprofit.

Barcelona merupakan satu-satunya klub di Eropa yang presidennya dipilih oleh pemegang tiket musiman (pendukung paling murni), bukan pula oleh dewan direktur dan bukan pemegang modal. Calon Presiden klub berdebat di televisi, berkampanye mengajukan program layaknya pemilihan Presiden sebuah negara.
 
Barcelona dijuluki 'Los Azulgranas' karena berkostum warna biru dan merah tua, yang konon warna biru merah secara sengaja diambil dari bendera Prancis sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol di Madrid. Ada juga yang mengatakan bahwa warna tersebut adalah warna yang juga memiliki arti di negara pendirinya yaitu Joan Gamper. Lebih tepatnya adalah klub sepakbola Swis yaitu FC Basel yang juga memiliki warna yang sama yaitu biru dan merah tua. Jadi secara tidak langsung FC Basel adalah saudara tua dari FC Barcelona.  

Seragam/Jersey Pertama FC Barcelona

Barcelona juga memiliki himne yang berjudul "El Cant del Barca" yang diciptakan oleh Jaume Picas dan Josep Maria Espinàs. Tidak seperti klub sepak bola pada umumnya, FC Barcelona benar-benar milik dan dioperasikan oleh para suporternya. Stadion utamanya saat ini berada di Camp Nou, Barcelona.

Sebelumnya pada 14 Maret 1909, klub meresmikan markas pertamanya di Industria dengan kapasitas 6.000 orang. Waktu itu Barcelona memperoleh gelar pertamanya, juara Catalan Championships periode 1909/1910.
Musim kompetisi periode 1910/1911, 1912/1913, 1915/1916, 1918/1919 1919/1920, 1920/1921 dan 1921/1922 juaranya ada di tangan Barcelona. Klub ini juga menjuarai kompetisi Spanish Championships musim 1909/1910, 1911/1912, 1912/1913, 1919/1920 dan 1921/1922.

Copa Macaya, Trofi Pertama FC Barcelona

Barcelona masuk menjadi peserta Primera División (Divisi Utama) sejak tahun 1928, dan bersama-sama Real Madrid dan Athletic Bilbao menjadi tim yang tak pernah terdegradasi ke Segunda División (Divisi Dua). Klub ini juga menjadi klub yang menjuarai liga Spanyol pertama kali.

Di tahun saat menjuarai Catalan dan Spanish Championship markas Barca Les Corts yang juga dikenal dengan The Cathedral of Football diresmikan 20 Mei 1922. Stadion ini kapasitas awalnya 30.000 orang, tapi belakangan lipat dua menjadi 60.000.

Pada 1924 klub memiliki 12.207 anggota fans dan ini jumlah pendukung yang besar sekaligus jadi fondasi penggemar masifnya sekarang. Toh begitu, jumlah fans-nya pernah mengalami masa surut. Lantaran perang sipil 1936 dan represi rezim fasis, di tahun 1939 jumlah pendukung anjlok menjadi 3.486.
Dekade 1930-an memang menjadi masa suram dan getir Barca. Pemilik klub Joan Gamper meninggal 30 Jul 1930. Permulaan dekade yang fatal dan klub masuk ke dalam periode kemunduran. Terjadi krisis institutional, banyak anggota meninggalkan klub, hasil pertandingan yang buruk dan tekanan politis pendukungnya Franco.
Perang sipil pada 1936 menimbulkan petaka bagi Barcelona FC. Josep Sunol, Presiden Barcelona, dibunuh tentaranya Franco di dekat Guadalajara. Maret 1938 kaum fasis menjatuhkan bom FC Barcelona Social Club dan menyebabkan kerusakan serius.
Pada 1939 pasukannya Franco menciptakan banyak masalah terhadap klub, karena ini sudah menjadi symbol orang Catalan. Namun,tidak selamanya derita merundung Barca. Dekade 1940-an Barca secara bertahap recovery kendati terus dirundung kesulitan internal. Dari pihak eksternal rezim Franco masih merongrong. Misalnya pada Juni 1943 Franco melalui wasit dan polisi mengancam Barca ketika melawan Real Madrid. Pertandingan berakhir dengan kekalahan Barca, skor 11-1. Hanya saja di dekade ini bukan Barca namanya kalau sama sekali tidak menorehkan prestasi.
Barca meraih juara liga nasional musim kompetisi1944/1945, 1947/948 dan 1948/949 serta juara Latin Cup 1949. Yang terakhir ini merupakan prestasi internasional pertama barca. Kompetisi itu didahului European Champions Cup Title. Klala itu Barca diperkuat Cesar, Basora, Velasco, Curta, Gonzalvo bersaudara, Seguer, dan Biosca o Ramallets. Juni 1950 Ladislao Kubala bergabung di Barcelona dan membuat Barcelona FC menjadi tim tak terkalahkan.
Barca sangat berterimakasih pada garis depan yang luar biasa yaitu Basora, Cesar, Kubala, Moreno dan Manchon. Di antara 1951 dan 1953, Barca memenangi tiap kompetisi yang digelar seperti Liga Spanyol 1951/1952 dan 1952/1953 serta Piala Spanyol 1950/1951, 1951/1952 dan 1952/1953).
Yang paling mengesankan adalah pada musim 1952/1953. Barca merebut empat piala: Liga Spanyol, Piala Spanyol, Latin Cup Eva Duarte, dan Martini Rossi trophies. Kubala menjadi figur luar biasa bagi Les Corts dan segera Francesc Miro-Sans mempromosikan pembangunan Camp Nou Stadiym Nuu Camppun diresmikan pada 24 September 1957, berkapasitas 90.000 penonton.
Barca baru kembali menjuarai liga Spanyol untuk musim 1958/1959 dan 1959/1960 serta Fairs’ Cups 1957/1958 dan 1959/1960.Waktu itu Barca dilatih Helenio Herrera dengan pemain-pemain brilian seperti Kocsis, Czibor, Evaristo, Kubala, Eulogio Martinez, Suarez, Villaverde, Olivella, Gensana, Segarra, Gracia, Verges dan Tejada.
Tapi, pada dekade 60-an Barca mengalami periode krisis. Barca hanya memenangi Piala Spanyol 1963 dan 1968 serta Fairs’ Cup 1966. Baru pada dekade 1970-an Barca bangkit lagi. Pada 1973, bergabung Johan Cruyff asal Belanda. Hadirnya Cruyff memberi sentuhan akhir pada barisan penyerang emas yang terdiri dari Rexach, Asensi, Sotil dan Marcial. Tim ini memimpin kompetisi liga musim 1973/1974. Sekaligus berbarengan dengan perayaan hari jadi klub ke-75. Anggota fans saat itu mencapai angka 69.566. Ketika perayaan dipasang poster Joan Miró untuk mengenangnya.
FC Barcelona menjadi salah satu tim tersukses di Spanyol, Eropa dan dunia. Bukti paling nyata ketika pada tahun 2009 FC Barcelona berhasil menjadi klub Spanyol pertama yang berhasil meraih gelar Treble (juara La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions). Dilanjutkan dengan raihan gelar Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan FIFA Club World Cup untuk melengkapi raihan gelarnya menjadi Sextuples. Barcelona merupakan klub sepak bola pertama di dunia yang melakukan raihan ini. Fans Barca juga sering dipanggil Culés.

VISCA BARCA.... VISCA CATALONIA.....